BUDIDAYA
IKAN LELE DI DAERAH BABAKAN BEKASI TIMUR
Disusun Oleh :
Adhila Rachmasari (10214218)
Liany Nur Lestari (16214060)
Rimanda Utami (19214412)
Rizal Fachrurrozi (19214575)
Sindy Sintia S. (1A214292)
Thesa Virki S.
(1A214729)
BAB I
PROFIL
PERUSAHAAN
1.1 Latar Belakang
Ikan Lele merupakan ikan jenis air tawar yang mudah di temui dimana saja. Ikan lele merupakan jenis ikan yang
mudah hidup, tahan dari segala cuaca bahkan di air yang kotor dan berlumpurpun ikan
Lele mampu bertahan. Ikan Lele mempunyai nama yang beraneka ragam sesuai dengan daerah di mana
ikan Lele tinggal antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan
Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling
(Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah)
atau ikan keli (Malaysia) Biskuit lele merupakan biskuit fungsional untuk
mengatasi kekurangan gizi, sangat cocok dikonsumsi anak-anak.
Kandungan yang dimiliki ikan lele antara lain Kalori:
217, Protein: 26.7g, Karbohidrat: 0.0g, Total Fat: 11.5g, Fiber: 0.0g,
Excellent sumber Selenium (20.7mcg) dan Vitamin B12 (4mcg). Sumber yang baik
Kalium (459mg), dan Niacin (3.6mg).
Berdasarkan hasil penelitian, lele memiliki kandungan
gizi yang cukup tinggi, dalam 500 gram lele dumbo (kira-kira terdiri dari 4
ekor) mengandung 12 gram protein, energi 149 kalori, lemak 8,4 gram dan
karbohidrat 6,4 gram.
Makanan yang merupakan “sumber yang sangat baik”
dari nutrisi tertentu menyediakan 20% atau lebih dari nilai harian yang
dianjurkan, berdasarkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) .
Ketika dimasak (panas kering), lele liar memberikan
0,333 gram omega-3 asam lemak, berasal dari EPA (0.1g), DHA (0.137g), dan ALA
(0.096g), per 100 gram ikan lele liar. Ketika dimasak (panas kering), lele
budidaya memberikan 0,259 gram omega-3 asam lemak, berasal dari EPA (0.049g),
DHA (0,128), dan ALA (0.082g), per 100 gram ikan lele budidaya.
Berdasarkan kajian ilmiah ikan lele memiliki
kandungan protein yang cukup tinggi didalamnya yaitu sekitar 17%, tak hanya itu
ikan ini juga memiliki berbagai macam asam lemak, esensial yang dapat mencukupi
kabutuhan akan asam lemak harian kita sekitar 9%. Namun batasi konsumsi ikan
ini, karena kandungan kolesterolnya juga lumayan tinggi. 1 hari 2 ekor sudah
cukup memberikan banyak manfaat.
Keunggulan ikan lele dibandingkan dengan produk
hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan
asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan
menjaga
keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk peromba֍kan dan pembentukan
protein otot .
Lisin merupakan salah satu dari 9 asam amino
esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringnan. Lisin
termasuk asam amino yang sangat penting dan dibutuhkan sekali dalam pertumbuhan
dan perkembangan anak. Pasalnya, asam amino ini sangat berguna untuk
pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak, membantu penyerapan kalsium dan
menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, dan memelihara masa tubuh anak agar
tidak terlalu berlemak. Lisin juga dibutuhkan untuk menghasilkan antibody,
hormone, enzim, dan pembentukan kolagen, disamping perbaikan jaringan. Tak
kalah pentingnya, lisin bisa melindungi anak dari cold sore dan virus herpes
Lele merupakan sumber asam lemak omega 3, yaitu asam
lemak dengan ikatan rangkap pada posisi karbon nomor 3 dari gugus metil atau
disebut karbon posisi omega. Asam lemak ini merupakan precursor dari
thrombaxiane A3 dan prostaglandin I3, zat yang sangat efektif untuk ganti
agregasi keping-keping darah. Pencegahan agregasi keping-keping darah dapat
mengurangi risiko menderita penyakit jantung.
Dari penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan,
para peneliti menemukan pula manfaat lain dari asam lemak omega 3, yaitu
menurunkan tekanan darah; membantu merawat kesehatan kulit, terutama dari
ekzema dan dermatitis; serta berperan dalam pembentukan cerebral cortese otak.
Ini sangat berguna sekali bagi anda yang sering beraktivitas olahraga berat,
atau aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi serta reflek yang tinggi.
Kekurangan asam lemak omega 3 pada hewan percobaan
menunjukkan rendahnya penglihatan atau kecerdasan. Meski belum bisa menentukan
jumlah omega 3 yang diperlukan untuk mengatur jantung supaya sehat secara
efektif, para ahli menganjurkan 20-25% asam lemak esensial yang dikonsumsi
berupa asam lemak omega 3. Untuk memenuhinya, mereka mengingatkan untuk tidak
menggunakan suplemen minyak ikan secara rutin. Bahayanya antara lain, overdosis
vitamin A dan vitamin D yang dapat menyebabkan keracunan dan juga perdarahan.
Atas dasar diatas maka perlu adanya budidaya lele
untuk mendukung kebutuhan bahan pangan pokok yang memiliki gizi dan manfaat
tinggi bagi konsumen. Selain itu ikan lele memili harga yang tidak mahal,
sehingga seluruh kalangan masyarakat dapat mengonsumsi ikan lele.
1.2
Rencana
Bisnis
1.
Penjelasan
Singkat tentang Bisnis
Budidaya Ikan
Lele merupakan sebuah usaha makro yang dibentuk untuk membuka lapangan
pekerjaan baru bagi masyarakat babakan dan sekitarnya, sehingga dapat membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Usaha
Budidaya Ikan lele ini memfokuskan pada pengelolaan bibit lele hingga ikan lele
siap panen dan dapat didistribusikan. Harapanya dengan dibentuknya usaha ini
dapat memenuhi kebutuhan pasar akan melimpahnya permintaan pasar terhadap ikan
lele.
2.
Visi dan Misi
Visi:
Membudidayakan ikan lele dengan kualitas baik
sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, baik melalui konsumsii ikan lele yang bergizi maupun dengan
penyediaan lapangan kerja.
Misi:
Misi
Jangka Pendek
1.
Memenuhi
permintaan pasar terhadap permintaan ikan lele yang tinggi.
2.
Menyediakan
ikan lele yang memiliki kualitas baik.
3.
Menyediakan
ikan lele dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
4.
Membuka
sekolah edukasi budidaya ikan lele untuk meningkatkan keterampilan warga maupun
pengunjung tempat usaha kami agar memiliki pengetahuan yang baik dalam
pembudidayaan ikan lele.
Misi
Jangka Panjang
1.
Membuka
lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat umum yang ingin bekerjasama dengan
kami.
2.
Menjadi
sebuah usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai dan karyawannya.
3.
Memberikan
produk ikan lele yang berkualitas tinggi pada pelanggannya dan menjawab kebutuhan
pasar.
BAB II
DESKRIPSI USAHA
2.2 Strategi
Bisnis
§ Direct Selling
Promosi secara langsung dari
mulut ke mulut pada tahap awal pengenalan tempat budidaya.
§ Brosur
Bentuk promosi akan dilakukan
dengan menyebarkan dan menempelkan brosur atau flyer di lingkungan perumahan,
lingkungan, pasar tempat-tempat umum (terminal, stasiun, halte dll).
§ Online Marketing
Membuat
website yang berisi tentang Usaha yang dijalanan, badan hukum, pengetahuan
tentang kandungan ikan lele, tata cara budidaya lele yang kami lakukan, dan
proses jual beli online sehingga pembeli dapat memantau secara langsung lele
yang siap panen dalam keadaan kualitas baik dan yang belum, karena proses budidaya
dilaporakan secara langsung melalui website.
§ Kartu Stamp
Memberikan kartu stamp kepada
konsumen sehingga konsumen dapat mengumpulkan stamp dari setiap pemesanan hasil panen lele.
§ Stiker
Memberikan stiker kepada
pembeli sebagai salah satu bentuk promosi yang
kami lakukan.
2.3 Analisis Masa Depan Industri
- Perspektif Masa Depan
Ikan lele merupakan salah satu
sumber makanan bergizi tinggi, sehingga dalam pengolahannya akan selalu
dibutuhkan dan permintaan pasar akan ikan lele akan selalu tinggi sehingga
peluang keberjalanan usaha ini terlihat
baik.
- Analisis Persaingan
Persaingan dalam dunia bisnis
tidak dapat dielakkan. Seorang wirausahawan akan maju apabila ia mau berusaha
untuk bersaing. Bekerja keras agar usaha yang ditekuni menjadi terbaik diantara
sekian banyak para wirausahawan.
Begitu juga kami akan berusaha
semaksimal mungkin untuk dapat bersaing dengan pesaing-pesaing kami yaitu:
1) Perusahaan dengan jenis usaha
yang sama
2) Perusahaan dalam satu areal
wilayah kerja
Guna menunjang hasil
persaingan yang baik, kami akan lebih selektif dalam bekerja yang meliputi
proses pembudidayaan
dan pemasaran yang
akan kami buat profesional. Kami yakin perusahaan lain akan menganggap
perusahaan kami sebagai saingan terberat.
- Segementasi Pasar yang Dimasuki
Segmentasi pasar sangat
berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi industri maka dari itu harus
dinpertimbangkan dan dipikirkan dengan cermat dan waspada karena pasar
merupakan salah satu tujuan dari pendistrbusian usaha kami, dengan sedikit saja
kelalaian dan kecerobohan dapat mengurangi penghasilan perusahaan dan
mengakibatkan banyak dampak negative bagi perkembangan perusahaan tersebut.
Maka
dari itu kami berusaha semaksimal mungkin mengiklankan usaha kami sehingga
diharapkan akan banyak yang menjadi pembeli tetap, sehingga kami tidak perlu
untuk menghawatirkan segmentasi pasar kembali.
Menurut
pendapat kami hasil panen ikan lele yang akan kami hasilkan pastinya akan bisa
menembus pasar karena memiliki kualitas yang
baik dan terjamin sehingga tidak mengecewakan pembeli, mengandung protein
karbohidrat dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu harga yang ditawarkan
pastinya bersing dengan produk keripik lainnya.
BAB
III
RANCANGAN
USAHA
3.1 Lokasi usaha
Caringin GG Linun Mustikasari RT
01/RW 02 Babakan Tengah Mustika Jaya. Kota
Bekasi.
3.2 Faktor
Penghambat dan Pendukung
Setiap usaha yang dijalankan,
pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada
beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
Analisis SWOT
Strength
Weakness
ü Bahan Baku berupa bibit lele yang mudah di dapat dan mudah dalam hal pembudidayaanya
ü Kualitas hasil panen baik
ü Permintaan pasar yang
tinggi dan kurangnya pembudidayaan ikan lele di desa papringan dan sekitarnya
ü Harga yang ditawarkan kompetiti dan terjangkau
ü Belum memproduksi olahan ikan lele
ü Penentuan
harga dasar yang bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat
ü Kerugian jika musim hujan tiba, air kolam akan naik dan
lele akan keluar dari kolam, sehingga dibutuhkan sirkulasi kolam yang baik.
Opportunities
Threats
ü Tidak ada UKM pembudidaya
ikan lele di sekitar desa papringan
ü Permintaan pasar yang
tinggi dari berbagai daerah
ü Munculnya
pesaing yang menggunakan bahan baku yang sama
ü Persaingan
harga pasar setelah muncul pesaing baru
ü Krisis
ekonomi global yang dapat memperburuk
pendapatan
BAB IV
ASPEK PRODUKSI
4.1 Proyeksi Keuangan
Modal usaha didapat dari:
a. Modal pribadi
b. Pinjaman dari teman-teman, keluarga dan investor
4.2 Analisis
Usaha
- Biaya Investasi
(Tetap)
No
Nama Barang/Kebutuhan
Kuantitas
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1
Sewa Tanah
3
Tahun
Rp 600.000.-
Rp 1.800.000,-
2
Pembuatan kolam :
Batu bata
850
Buah
Rp 500,-
Rp 425.000,-
Semen
2
Karung
Rp 68.000,-
Rp 136.000,-
Pasir
1
Bak
Rp 160.000,-
Rp 160.000,-
Kapur
1
Karung
Rp 8.000,-
Rp 8.000,-
Terpal
4(3x4 m)
Buah
Rp 75.000,-
Rp 300.000,-
Tukang
1
Orang
Rp 50.000,-
Rp 50.000,-
3
Pralon
2
Buah
Rp 23.000,-
Rp 46.000,-
4
Jaring
4
Buah
Rp 45.000,-
Rp 180.000,-
5
Ember
5
Buah
Rp 18.000,-
Rp 90.000,-
6
Timbangan
1
Buah
Rp 400.000,-
Rp 400.000,-
7
Bambu
4
Buah
Rp 12.000,-
Rp 48.000,-
8
Drigen
10
Buah
Rp 30.000,-
Rp 300.000,-
12
Paku
2
Kg
Rp 5.000,-
Rp 10.000,-
Jumlah
Rp 3.963.000,-
- Biaya
Oprasional
No
Nama Barang/Kebutuhan
Kuantitas
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1
Pembelian Bibit
3000
Ekor
Rp 150,-
Rp 450.000,-
2
Pakan
2
Karung
Rp 250.000,-
Rp 500.000,-
3
Obat-obatan/vaksin
2
Botol
Rp 20.000,-
Rp 40.000,-
4
Biaya Panen
Rp 50.000,-
Rp 50.000,-
Jumlah
Rp 1.040.000,-
- Biaya
Gaji
No
Nama Barang/Kebutuhan
Kuantitas
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1
Pemberian Gaji Karyawan
3
Bulan
Rp 100.000,-
Rp 300.000,-
Jumlah
Rp 300.000,-
- Biaya
Transportasi
No
Nama Barang/Kebutuhan
Kuantitas
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1
Biaya Transportasi
3
Bulan
Rp 100.000,-
Rp 300.000,-
2
Biaya Lain-lain
3
Bulan
Rp 20.000,-
Rp 60.000,-
Jumlah
Rp 360.000,-
Biaya Total =
Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap
= Rp 3.963.000 + Rp 1.040.000 + Rp. 300.000 + Rp. 360.000
=
Rp. 5.393.000
+
HPP (Harga
Pokok Penjualan)
HPP =
=
= Rp. 2.157 per ekor
2500 menunjukan penurunan jumlah ikan lele dari
awalnya 3000, karena lele merupakan karnivora dan dalam pembudidayaan tak jaran
ditemukan banyak lele yang menjadi mangsa ikan lele lain.
Harga per ekor adalah Rp.3.000, untuk 4 ekor sama
dengan 1 kg ikan lele sehingga 1 kg ikan lele kami menjualnya dengan harga Rp.12.000. dalam kanca pasar harga kami
termasuk murah karena dipasaran harga 1 kg Lele mencapai Rp. 15.000
1. Total Penerimaan (TR)
Total Penerimaan =
Harga (P) x Jumlah Produksi (Q)
=
Rp 12.000,00
x 625
=
Rp 7.500.000
2. Pendapatan
Pendapatan = Penerimaan (TR) – Biaya Total (TC)
=
Rp 7.500.000 – Rp 5.393.000
= Rp 2.107.000
3. R/C Ratio (Nilai Kelayakan Suatu Usaha)
R/C Ratio =
=
= 1,39> 1
B/C Ratio =
=
= 0,39> 0
Analisa Break Event Point (balik modal)
BEP = Keuntungan bersih 1 bulan x berapa kali
produksi dalam 1 bulan
<
x 2) x 2 bulan
5.393.000
< 8428.000
Dalam waktu 2 bulan atau 3-4 kali panen, maka
Break Event Point modal awal kami akan kembali. Ini yang menjadi penguat untuk
tetap membuka usaha ini.
BAB
V
PENUTUP
Demikian
proposal yang kami buat, semoga langkah ini dapat turut andil dalam memberika
sumber makanan bergizi dan memberikan lapangan pekerjaan serta memajukan
ekonomi Indonesia. Semoga proposal ini dapat menjadi pertimbangan dan pada akhirnya terealisasi.
Semoga Allah SWT meridhoi kita semua.
Kesimpulan
Setelah
kami membuat proposal ini, diharapkan usaha yang kami buat dapat berjalan
dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Semoga usaha ikan Lele yang kami buat
dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat sekitar.
Untuk itu, kami sangat berharap anda mau mengunjungi tempat usaha ikan Lele
kami. Terima Kasih.
BAB II
DESKRIPSI USAHA
2.2 Strategi
Bisnis
§ Direct Selling
Promosi secara langsung dari
mulut ke mulut pada tahap awal pengenalan tempat budidaya.
§ Brosur
Bentuk promosi akan dilakukan
dengan menyebarkan dan menempelkan brosur atau flyer di lingkungan perumahan,
lingkungan, pasar tempat-tempat umum (terminal, stasiun, halte dll).
§ Online Marketing
§ Kartu Stamp
Memberikan kartu stamp kepada
konsumen sehingga konsumen dapat mengumpulkan stamp dari setiap pemesanan hasil panen lele.
§ Stiker
Memberikan stiker kepada
pembeli sebagai salah satu bentuk promosi yang
kami lakukan.
2.3 Analisis Masa Depan Industri
- Perspektif Masa Depan
Ikan lele merupakan salah satu
sumber makanan bergizi tinggi, sehingga dalam pengolahannya akan selalu
dibutuhkan dan permintaan pasar akan ikan lele akan selalu tinggi sehingga
peluang keberjalanan usaha ini terlihat
baik.
- Analisis Persaingan
Persaingan dalam dunia bisnis
tidak dapat dielakkan. Seorang wirausahawan akan maju apabila ia mau berusaha
untuk bersaing. Bekerja keras agar usaha yang ditekuni menjadi terbaik diantara
sekian banyak para wirausahawan.
Begitu juga kami akan berusaha
semaksimal mungkin untuk dapat bersaing dengan pesaing-pesaing kami yaitu:
1) Perusahaan dengan jenis usaha
yang sama
2) Perusahaan dalam satu areal
wilayah kerja
Guna menunjang hasil
persaingan yang baik, kami akan lebih selektif dalam bekerja yang meliputi
proses pembudidayaan
dan pemasaran yang
akan kami buat profesional. Kami yakin perusahaan lain akan menganggap
perusahaan kami sebagai saingan terberat.
- Segementasi Pasar yang Dimasuki
Segmentasi pasar sangat
berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi industri maka dari itu harus
dinpertimbangkan dan dipikirkan dengan cermat dan waspada karena pasar
merupakan salah satu tujuan dari pendistrbusian usaha kami, dengan sedikit saja
kelalaian dan kecerobohan dapat mengurangi penghasilan perusahaan dan
mengakibatkan banyak dampak negative bagi perkembangan perusahaan tersebut.
Menurut
pendapat kami hasil panen ikan lele yang akan kami hasilkan pastinya akan bisa
menembus pasar karena memiliki kualitas yang
baik dan terjamin sehingga tidak mengecewakan pembeli, mengandung protein
karbohidrat dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu harga yang ditawarkan
pastinya bersing dengan produk keripik lainnya.
BAB
III
RANCANGAN
USAHA
3.1 Lokasi usaha
Caringin GG Linun Mustikasari RT
01/RW 02 Babakan Tengah Mustika Jaya. Kota
Bekasi.
3.2 Faktor
Penghambat dan Pendukung
Setiap usaha yang dijalankan,
pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada
beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
Analisis SWOT
|
Strength
|
Weakness
|
|
ü Bahan Baku berupa bibit lele yang mudah di dapat dan mudah dalam hal pembudidayaanya
ü Kualitas hasil panen baik
ü Permintaan pasar yang
tinggi dan kurangnya pembudidayaan ikan lele di desa papringan dan sekitarnya
ü Harga yang ditawarkan kompetiti dan terjangkau
|
ü Belum memproduksi olahan ikan lele
ü Penentuan
harga dasar yang bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat
ü Kerugian jika musim hujan tiba, air kolam akan naik dan
lele akan keluar dari kolam, sehingga dibutuhkan sirkulasi kolam yang baik.
|
|
Opportunities
|
Threats
|
|
ü Tidak ada UKM pembudidaya
ikan lele di sekitar desa papringan
ü Permintaan pasar yang
tinggi dari berbagai daerah
|
ü Munculnya
pesaing yang menggunakan bahan baku yang sama
ü Persaingan
harga pasar setelah muncul pesaing baru
ü Krisis
ekonomi global yang dapat memperburuk
pendapatan
|
BAB IV
ASPEK PRODUKSI
4.1 Proyeksi Keuangan
Modal usaha didapat dari:
a. Modal pribadi
b. Pinjaman dari teman-teman, keluarga dan investor
4.2 Analisis
Usaha
- Biaya Investasi
(Tetap)
|
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|
1
|
Sewa Tanah
|
3
|
Tahun
|
Rp 600.000.-
|
Rp 1.800.000,-
|
|
2
|
Pembuatan kolam :
|
||||
|
Batu bata
|
850
|
Buah
|
Rp 500,-
|
Rp 425.000,-
|
|
|
Semen
|
2
|
Karung
|
Rp 68.000,-
|
Rp 136.000,-
|
|
|
Pasir
|
1
|
Bak
|
Rp 160.000,-
|
Rp 160.000,-
|
|
|
Kapur
|
1
|
Karung
|
Rp 8.000,-
|
Rp 8.000,-
|
|
|
Terpal
|
4(3x4 m)
|
Buah
|
Rp 75.000,-
|
Rp 300.000,-
|
|
|
Tukang
|
1
|
Orang
|
Rp 50.000,-
|
Rp 50.000,-
|
|
|
3
|
Pralon
|
2
|
Buah
|
Rp 23.000,-
|
Rp 46.000,-
|
|
4
|
Jaring
|
4
|
Buah
|
Rp 45.000,-
|
Rp 180.000,-
|
|
5
|
Ember
|
5
|
Buah
|
Rp 18.000,-
|
Rp 90.000,-
|
|
6
|
Timbangan
|
1
|
Buah
|
Rp 400.000,-
|
Rp 400.000,-
|
|
7
|
Bambu
|
4
|
Buah
|
Rp 12.000,-
|
Rp 48.000,-
|
|
8
|
Drigen
|
10
|
Buah
|
Rp 30.000,-
|
Rp 300.000,-
|
|
12
|
Paku
|
2
|
Kg
|
Rp 5.000,-
|
Rp 10.000,-
|
|
Jumlah
|
Rp 3.963.000,-
|
- Biaya
Oprasional
|
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|
1
|
Pembelian Bibit
|
3000
|
Ekor
|
Rp 150,-
|
Rp 450.000,-
|
|
2
|
Pakan
|
2
|
Karung
|
Rp 250.000,-
|
Rp 500.000,-
|
|
3
|
Obat-obatan/vaksin
|
2
|
Botol
|
Rp 20.000,-
|
Rp 40.000,-
|
|
4
|
Biaya Panen
|
Rp 50.000,-
|
Rp 50.000,-
|
||
|
|
Jumlah
|
Rp 1.040.000,-
|
- Biaya
Gaji
|
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|
1
|
Pemberian Gaji Karyawan
|
3
|
Bulan
|
Rp 100.000,-
|
Rp 300.000,-
|
|
Jumlah
|
Rp 300.000,-
|
- Biaya
Transportasi
|
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|
1
|
Biaya Transportasi
|
3
|
Bulan
|
Rp 100.000,-
|
Rp 300.000,-
|
|
2
|
Biaya Lain-lain
|
3
|
Bulan
|
Rp 20.000,-
|
Rp 60.000,-
|
|
Jumlah
|
Rp 360.000,-
|
Biaya Total =
Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap
= Rp 3.963.000 + Rp 1.040.000 + Rp. 300.000 + Rp. 360.000
=
Rp. 5.393.000
+
HPP (Harga
Pokok Penjualan)
HPP =
=
= Rp. 2.157 per ekor
2500 menunjukan penurunan jumlah ikan lele dari
awalnya 3000, karena lele merupakan karnivora dan dalam pembudidayaan tak jaran
ditemukan banyak lele yang menjadi mangsa ikan lele lain.
Harga per ekor adalah Rp.3.000, untuk 4 ekor sama
dengan 1 kg ikan lele sehingga 1 kg ikan lele kami menjualnya dengan harga Rp.12.000. dalam kanca pasar harga kami
termasuk murah karena dipasaran harga 1 kg Lele mencapai Rp. 15.000
1. Total Penerimaan (TR)
Total Penerimaan =
Harga (P) x Jumlah Produksi (Q)
=
Rp 12.000,00
x 625
=
Rp 7.500.000
2. Pendapatan
Pendapatan = Penerimaan (TR) – Biaya Total (TC)
=
Rp 7.500.000 – Rp 5.393.000
= Rp 2.107.000
3. R/C Ratio (Nilai Kelayakan Suatu Usaha)
R/C Ratio =
=
= 1,39> 1
B/C Ratio =
=
= 0,39> 0
Analisa Break Event Point (balik modal)
BEP = Keuntungan bersih 1 bulan x berapa kali
produksi dalam 1 bulan
5.393.000
< 8428.000
Dalam waktu 2 bulan atau 3-4 kali panen, maka
Break Event Point modal awal kami akan kembali. Ini yang menjadi penguat untuk
tetap membuka usaha ini.
BAB
V
PENUTUP
Demikian
proposal yang kami buat, semoga langkah ini dapat turut andil dalam memberika
sumber makanan bergizi dan memberikan lapangan pekerjaan serta memajukan
ekonomi Indonesia. Semoga proposal ini dapat menjadi pertimbangan dan pada akhirnya terealisasi.
Semoga Allah SWT meridhoi kita semua.
Kesimpulan
Setelah
kami membuat proposal ini, diharapkan usaha yang kami buat dapat berjalan
dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Semoga usaha ikan Lele yang kami buat
dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat sekitar.
Untuk itu, kami sangat berharap anda mau mengunjungi tempat usaha ikan Lele
kami. Terima Kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar